Minggu, 19 Januari 2014

My Story "Know about Kolintang"


Memainkan  Kolintang  adalah  hal  yang  sangat  menyenangkan. Dan sampai  saat ini, itu menjadi  pekerjaan  saya.   
Awalnya, saya  adalah  orang  yang lebih aktif dalam bidang  olahraga  terutama Basket dan  bidang akademik. Tetapi  saat  akhir pelajaran ditahun 2009 dimana saat itu saya duduk di kelas 8c, sebuah mobil datang dan membawa satu set alat musik Kolintang di sekolah. Saat Kolintang diturunkan dari mobil dan diatur dalam hall sekolah, beberapa adik tingkat saya memainkan lagu-lagu daerah dan nasional dengan menggunakan alat musik tersebut. Menarik sekali, dari sepotong kayu dapat menghasilkan nada sehingga dengan memukul kayu-kayu tersebut kita bisa memainkan berbagai macam lagu yang kita inginkan. Alat musik Kolintang ini terdiri dari Melodi, Juk, Gitar, Benjo, Cello, dan Bass. Setelah mereka memainkannya, Kolintang dibawah keruang seni.
Saat jam istirahat disekolahku, saya dan teman-teman selalu keruang seni untuk melihat guru-guru yang sedang belajar memainkannya. Setiap aku melihat mereka bermain Kolintang, aku selalu berkata dalam pikiranku, “aku ingin memainkan Kolintang ini, tapi aku tidak tahu. Aku ingin belajar, tetapi siapa yang akan mengajariku? Guru-guru saja masih belajar.” Saya dan teman-teman pun berencana untuk mencoba bermain Kolintang pada waktu lowong disekolah.
Kelas kami berada di lantai dua, sehingga niat kami untuk mencoba bermain Kolintang selalu terhalang karena selalu didahului oleh siswa-siswa yang berada di lantai dasar.
Minggu Ujian Semester dimulai, ruang seninya saat itu selalu ditutup.
Saat minggu ujian selesai, ruang seninya kembali dibuka. Dan saat jam pembinaan disekolah, wali kelas kami sibuk dengan hasil ujian semester kami sehingga tidak masuk dalam kelas. Saya dan beberapa teman saya  yang ingin belajar Kolintang, sepakat untuk keruang seni dan bermain Kolintang. Teman-temanku itu adalah Virgin (kelas 8a), Elvien dan Helen (kelas 8b), Agnes dan Afrio (kelas 8c), Selly (8d). kami adalah satu jenjang, tapi berbeda kelas. Namun perbedaan itu tidak menghalangi kami untuk belajar bersama.
Saat diruang seni,  kami masing-masing memegang satu alat Kolintang. Saat itu, kami mencoba memukul Kolintang tanpa tahu bagaimana cara memainkannya. Tiba-tiba Virgin datang kearahku dan mengajariku bagaimana memegang stick Kolintang dan mengarahkan stick tersebut kebeberapa bilah Kolintang. Ia pun mengajari teman-teman yang lain. Ia menunjukkan kepada kami nada apa saja yang harus dipukul untuk sebuah akor.  Kami baru tersadar bahwa Virgin adalah teman yang sangat berbakat dalam hal seni dan termasuk orang yang cerdas. Ayahnya adalah seorang seniman. Beliau adalah seorang pencipta lagu, pembuat alat musik Kolintang sekaligus pelatih dalam bidang-bidang seni. Dan Kolintang yang ada disekolah kami adalah buatan sanggar ayahnya.
Saat itu, dengan semangat yang membara kami berlatih. Untungnya , dikelas 7 dan 8, kami sudah diajarkan akor-akor oleh guru seni kami. Sehingga kami dapat menguasai sebuah lagu  pop saat itu yaitu “Lupa-lupa ingat” dengan tidak memakan waktu banyak. Dengan waktu yang tersisa disekolah, kami berlatih lagu-lagu daerah dan nasional yang sudah biasa kita dengarkan. Dalam beberapa jam, (sesudah jam istirahat sampai jam pulang sekolah) kami telah menguasai beberapa lagu. Saat kami bermain ternyata ada beberapa guru yang mendengarkan lagu-lagu tersebut yang sudah lancar kedengarannya saat dimainkan oleh kami. Saat itu, penerimaan hasil akhir belajar semester akhir sudah dekat, kami diminta untuk performance saat penerimaan hasil akhir disekolah nanti. Sungguh bahagia rasanya.
Mendengar hal itu, waktu senggang kami gunakan untuk terus berlatih agar kami semakin lancar bermain Kolintang dan bisa tampil menarik di depan para orang tua, guru-guru dan teman-teman lainnya saat penerimaan hasil akhir semester yang semakin dekat.
Setelah beberapa hari kemudian,,,
Hari itu pun tiba. Hari dimana kami akan bermain Kolintang pertama kali diluar ruang seni, didepan para orang tua, guru-guru dan staff tata usaha serta semua siswa SMP Katolik Gonzaga Tomohon sekaligus akan menerima hasil belajar kami selama satu semester.
Perasaan kami sungguh bahagia, karena disamping kami bisa menghibur semuanya dalam acara penerimaan hasil belajar selama satu semester, saya dan teman-teman yang bermain Kolintang diumumkan mendapat peringkat dikelas masing-masing. Sungguh lengkap kebahagiaan kami.
Hari liburpun tiba…

***bersambung***

Tidak ada komentar: