Memainkan
Kolintang adalah hal yang
sangat menyenangkan. Dan sampai saat ini, itu menjadi pekerjaan saya.
Awalnya, saya adalah orang yang lebih aktif dalam bidang olahraga terutama Basket dan bidang akademik. Tetapi saat akhir pelajaran ditahun 2009 dimana saat itu
saya duduk di kelas 8c, sebuah mobil datang dan membawa satu set alat musik Kolintang
di sekolah. Saat Kolintang diturunkan dari mobil dan diatur dalam hall sekolah,
beberapa adik tingkat saya memainkan lagu-lagu daerah dan nasional dengan
menggunakan alat musik tersebut. Menarik sekali, dari sepotong kayu dapat
menghasilkan nada sehingga dengan memukul kayu-kayu tersebut kita bisa
memainkan berbagai macam lagu yang kita inginkan. Alat musik Kolintang ini
terdiri dari Melodi, Juk, Gitar, Benjo, Cello, dan Bass. Setelah mereka
memainkannya, Kolintang dibawah keruang seni.
Saat jam
istirahat disekolahku, saya dan teman-teman selalu keruang seni untuk melihat
guru-guru yang sedang belajar memainkannya. Setiap aku melihat mereka bermain Kolintang,
aku selalu berkata dalam pikiranku, “aku ingin memainkan Kolintang ini, tapi
aku tidak tahu. Aku ingin belajar, tetapi siapa yang akan mengajariku?
Guru-guru saja masih belajar.” Saya dan teman-teman pun berencana untuk mencoba
bermain Kolintang pada waktu lowong disekolah.
Kelas
kami berada di lantai dua, sehingga niat kami untuk mencoba bermain Kolintang
selalu terhalang karena selalu didahului oleh siswa-siswa yang berada di lantai
dasar.
Minggu
Ujian Semester dimulai, ruang seninya saat itu selalu ditutup.
Saat
minggu ujian selesai, ruang seninya kembali dibuka. Dan saat jam pembinaan
disekolah, wali kelas kami sibuk dengan hasil ujian semester kami sehingga
tidak masuk dalam kelas. Saya dan beberapa teman saya yang ingin belajar Kolintang, sepakat untuk
keruang seni dan bermain Kolintang. Teman-temanku itu adalah Virgin (kelas 8a),
Elvien dan Helen (kelas 8b), Agnes dan Afrio (kelas 8c), Selly (8d). kami
adalah satu jenjang, tapi berbeda kelas. Namun perbedaan itu tidak menghalangi
kami untuk belajar bersama.
Saat
diruang seni, kami masing-masing
memegang satu alat Kolintang. Saat itu, kami mencoba memukul Kolintang tanpa
tahu bagaimana cara memainkannya. Tiba-tiba Virgin datang kearahku dan
mengajariku bagaimana memegang stick Kolintang dan mengarahkan stick tersebut
kebeberapa bilah Kolintang. Ia pun mengajari teman-teman yang lain. Ia
menunjukkan kepada kami nada apa saja yang harus dipukul untuk sebuah
akor. Kami baru tersadar bahwa Virgin
adalah teman yang sangat berbakat dalam hal seni dan termasuk orang yang
cerdas. Ayahnya adalah seorang seniman. Beliau adalah seorang pencipta lagu,
pembuat alat musik Kolintang sekaligus pelatih dalam bidang-bidang seni. Dan Kolintang
yang ada disekolah kami adalah buatan sanggar ayahnya.
Saat itu,
dengan semangat yang membara kami berlatih. Untungnya , dikelas 7 dan 8, kami
sudah diajarkan akor-akor oleh guru seni kami. Sehingga kami dapat menguasai
sebuah lagu pop saat itu yaitu
“Lupa-lupa ingat” dengan tidak memakan waktu banyak. Dengan waktu yang tersisa
disekolah, kami berlatih lagu-lagu daerah dan nasional yang sudah biasa kita
dengarkan. Dalam beberapa jam, (sesudah jam istirahat sampai jam pulang
sekolah) kami telah menguasai beberapa lagu. Saat kami bermain ternyata ada beberapa
guru yang mendengarkan lagu-lagu tersebut yang sudah lancar kedengarannya saat
dimainkan oleh kami. Saat itu, penerimaan hasil akhir belajar semester akhir
sudah dekat, kami diminta untuk performance saat penerimaan hasil akhir
disekolah nanti. Sungguh bahagia rasanya.
Mendengar
hal itu, waktu senggang kami gunakan untuk terus berlatih agar kami semakin
lancar bermain Kolintang dan bisa tampil menarik di depan para orang tua,
guru-guru dan teman-teman lainnya saat penerimaan hasil akhir semester yang
semakin dekat.
Setelah
beberapa hari kemudian,,,
Hari itu
pun tiba. Hari dimana kami akan bermain Kolintang pertama kali diluar ruang
seni, didepan para orang tua, guru-guru dan staff tata usaha serta semua siswa
SMP Katolik Gonzaga Tomohon sekaligus akan menerima hasil belajar kami selama
satu semester.
Perasaan
kami sungguh bahagia, karena disamping kami bisa menghibur semuanya dalam acara
penerimaan hasil belajar selama satu semester, saya dan teman-teman yang
bermain Kolintang diumumkan mendapat peringkat dikelas masing-masing. Sungguh
lengkap kebahagiaan kami.
Hari
liburpun tiba…
***bersambung***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar